Home > Mata Kuliah > Bidang Pekerjaan Sosial dalam Prakteknya

Bidang Pekerjaan Sosial dalam Prakteknya

Pekerja Sosial dalam Prakteknya memiliki 6(enam) Bidang Ruang Lingkup, yaitu :
Terapi Individu (Casework)
Terapi Kelompok (Casegroup)
Terapi Komunitas (Community Development)
Terapi Organisasi (Human Service Management)
Analisis Kebijakan Sosial (Social Policy Analysis)
Penelitian Pekerjaan Sosial (Social Work Research)

Penjelasan dari Keenam Bidang Praktek Pekerja Sosial, sebagai berikut :

Terapi Individu adalah terapi yang ditujukan untuk membantu seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan atau mengubah tekanan-tekanan ekonomi dan sosial yang mengganggu kehidupan individu tersebut. Dalam hal ini kita menangani masalah-masalah emosional dan personal, seperti : trauma, stress, rugi secara individu dan kesedihan (grief). Sering disebut terapi atau intervensi langsung, seperti pelayanan konseling terhadap remaja yang kabur dari rumah, penempatan anak yatim ke panti asuhan, pelayanan perlindungan terhadap anak korban kekerasan (child abuse), Intervensi krisis terhadap ODHA, dan orang dengan HIV/AIDS.

Terapi Kelompok adalah terapi yang menangani masalah emosional dan personal melalui media kelompok. Seperti : dinamika kelompok, outbond dan aktifitas kelompok lain. Sebagai ilustrasi, para pecandu alkohol atau narkoba dibantu masalahnya melalui formasi kelompok. Aktifitas kelompok bisa mencakup kesenian, permainan, rekreasi, pertukaran pengalaman dan infomasi, olah raga, perawatan rumah, perawatan diri atau keterampilan hidup (life skill)

Terapi Komunitas, tujuan utamanya adalah mendorong komunitas lokal agar mampu mengindentifikasi masalah dan kebutuhan sosial di wilayahnya, merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan bersama untuk mengatasi masalah atau memenuhi kebutuhan sosial, mengevaluasi hasil yang dicapai. Pekerja sosial berperan sebagai perencana, fasilitator, pendampingan program atau sebagai ‘broker’ yang menghubungkan komunitas dengan sumber-sumber pelayanan sosial di luar wilayahnya.

Terapi Organisasi, upaya pekerja sosial dalam mengoptimalkan pencapaian tujuan-tujuan organisasi dan menjamin pelayanan sosial bagi stakeholdernya. Melibatkan kegiatan administrasi dan pengelolaan lembaga-lembaga pelayanan sosial, perancangan tujuan-tujuan lembaga, struktur organisasi, program kegiatan, serta mengimplementasikan kebijakan publik ke dalam pelayanan-pelayanan lembaga. manajemen kasus (case management), perekaman kasus (case recording) dan konferensi kasus (case coference) juga sering termasuk dalam terapi organisasi.

sumber : Suharto, Edi . “Teori Feminis dan Pekerjaan Sosial”

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: