Home > Artikel > Kessos di dalam Pemahaman

Kessos di dalam Pemahaman

Oleh : Septian Siagian (Kessos 2007)

Bila seribu orang dihadapkan dengan 1(satu) masalah maka akan ada seribu pemikiran. Begitu juga dengan Pemahaman akan arti Kesejahteraan Sosial. Ketika dihadapkan pada seribu orang, maka akan ada seribu pemahaman yang tertuang untuk memahami dari kesejahteraan sosial tersebut. Beda pemikiran, beda pemahaman adalah bentuk wujud dari kebebasan akan berpendapat. Ketika anda memiliki pemikiran yang beda namun memiliki pemahaman yang sama adalah sebuah bentuk wujud dari kebebasan anda untuk berpikir tanpa ada pengaruh dari luar.

Merujuk pada pengertian KESSOS atau yang lebih dikenal dengan Kesejahteraan Sosial, kebanyakan mengartikan KESSOS itu adalah sebuah kondisi atau keadaan yang merujuk pada perekonomian, pendidikan, kesehatan, mata pencaharian sampai dengan kelayakan kebutuhan akan sandang, pangan dan papan.  Pengertian akan KESSOS juga merujuk pada sebuah kegiatan atau aktivitas pengorganisasian dan pendistribusian ‘pelayanan sosial’ kepada kelompok masyarakat, terutama pada masyarakat yang mengalami suatu masalah (Disadvantaged Group).

Pengertian akan KESSOS juga tertuang dalam UU Nomor 6 tahun 1974 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteran Sosial, yang menyatakan: “Kesejahteraan Sosial sebagai suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial, material maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir-batin, yang memungkinkan bagi setiap warga negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak atau kewajiban manusia sesuai dengan Pancasila”. Pada UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, mengartikan Kesejahteraan Sosial sebagai: “kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan  mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya”.

KESSOS juga dapat diartikan sebagai sebuah wadah atau arena untuk sebuah profesi yakni yang kita kenal dengan PEKERJAAN SOSIAL yang berbeda dengan istilah Pekerja Sosial. Sebuah profesi yang tidak memiliki kajian ilmu didalamnya, yang sama dengan istilah Vollunter (Sukarelawan). Maka oleh itu dibuatlah PEKERJAAN SOSIAL, yakni: sebuah profesi dengan kajian ilmu didalamnya yang ‘stakeholder’-nya adalah lulusan dari Ilmu Kesejahteraan Sosial.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: